Darah Tinggi (Hipertensi)

Darah Tinggi (Hipertensi)

Darah Tinggi/Hipertensi dasar adalah peningkatan tekanan darah secara tetap, khususnya tekanan diastolic melebihi 95 milimeter air raksa yang tidak bias dihubungkan dengan penyebab organik apapun. Hampir 85% kasus hipertensi sesuai dengan pengertian ini, sedangkan 15% sisanya mencakup berbagai bentuk hipertensi sekunder, yang bias disebabkan oleh kondisi berikut ini.

  1. Arteriosklerosis atau pengerasan arteri. Penyakit ini menurunkan kelenturan arteri yang terpengaruhi. Simpanan lemak menghalangi aliran darah yang melalui arteri tersebut. Kedua faktor ini cenderung meningkatkan tekanan darah. Arteriosklerosis sering kali menyebabkan peningkatan tekanan darah pada orang lanjut usia.
  2. Penyakit ginjal atau gangguan aliran darah normal dalam ginjal. Kondisi ini bias menyebabkan ginjal melepaskan renin kedalam darah. Enzim ini mempercepat pembentukan angiotensin dari protein plasma. Penyempitan pembuluh darah yang kuat dan angiotensin merupakan perantara yang paling kuat dalam meningkatkan tekanan darah.
  3. Aldosteronisme atau aldosterone, merupakan hormone yang meningkatkan penyimpanan garam dan air oleh ginjal sehingga memperbesar volume plasma. Pelepasann aldosterone yang berlebihan bias menyebabkan peningkatan tekanan darah.
  4. Feokromositoma, merupakan tumor yang dihubungkan dengan kelenjar adrenal. Tumor ini biasanya jinak dan jarang meluas kebagian tubuh lain. Namun tumor ini menyebabkan produksi dan pelepasan hormon norepinefrin dan epinefrin dalam jumlah besar ke dalam darah. Keduanya meningkatkan tekanan darah dengan menstimulasi jantung dan menyempitkan pembuluh darah.

Tidak seperti darah tinggi/hipertensi dasar yang bias dikendalikan tetapi tidak bias disembuhkan, hipertensi sekunder sering kali bisa disembuhkan jika penyebabnya dihilangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *