Tekanan Darah Menurun Pasca Operasi

Tekanan Darah Menurun Pasca Operasi

Tekanan Darah Menurun Pasca Operasi. Beberapa jam pertama setelah operasi adalah masa-masa kritis yang mesti diwaspadai. Ketika seseorang mulai pulih dari efek anestesi dan pembedahan, tubuh akan mengalami beberapa perubahan. Salah satu hal yang harus mendapatkan pengawasan khusus adalah kadar tekanan darah pasien.

Reaksi tubuh pasien setelah operasi berbeda-beda. Ada yang mengalami tekanan darah naik setelah operasi, tapi ada juga yang justru mengalami hal sebaliknya, yakni tekanan darah rendah setelah operasi. Apakah ini hal yang normal atau justru tanda bahaya?

Ada 4 hal utama yang jadi penyebab tekanan darah menurun pasca operasi, yakni:

1. Efek obat bius

Obat bius, yang digunakan untuk membuat Anda tertidur selama operasi, dapat memengaruhi tekanan darah. Pada beberapa pasien, obat bius dapat menyebabkan tekanan darah menurun secara drastis.

Sebagai solusinya, dokter akan menyuntikkan obat-obatan tertentu melalui infus. Harapannya, tekanan darah Anda dapat kembali normal dan tidak mengganggu fungsi organ tubuh.

2. Penurunan volume darah

Berkurangnya jumlah darah dalam tubuh, atau disebut dengan hipovolemia, adalah salah satu penyebab tekanan darah rendah setelah operasi yang paling umum. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh perdarahan hebat selama operasi.

Meskipun Anda hanya melakukan operasi kecil atau tidak mengalami perdarahan yang berlebihan, volume darah masih bisa menurun karena proses penguapan. Semakin besar sayatan saat operasi, maka semakin banyak pula air yang menguap dari permukaan jaringan tubuh.

Hilangnya cairan tubuh tersebut menyebabkan jumlah plasma darah jadi menurun. Dokter biasanya akan memberikan cairan atau darah lewat infus langsung ke pembuluh darah untuk menambah jumlah darah pasien.

3. Infeksi bakteri atau virus

Tekanan darah yang menurun drastis setelah operasi juga dapat disebabkan oleh sepsis. Sepsis adalah peradangan dalam tubuh akibat masuknya bakteri, jamur, atau virus ke dalam tubuh dan meracuni darah.

Infeksi akibat sepsis bisa menyebabkan dinding pembuluh darah kecil bocor ke jaringan lain. Itulah sebabnya, sepsis termasuk kondisi darurat medis yang dapat mengancam jiwa, sehingga harus ditangani secepat mungkin.

Untuk mengatasi tekanan darah rendah setelah operasi akibat sepsis, dokter biasanya akan memberikan obat vasopresor. Jenis obat ini akan membantu mengencangkan pembuluh darah sehingga aliran darah Anda jadi normal kembali.

4. Masalah jantung

Ketika tekanan darah menurun pasca operasi, bisa jadi ada masalah pada jantung Anda. Salah satunya karena serangan jantung (infark miokard), yaitu matinya jaringan otot jantung akibat kekurangan suplai darah. Kondisi ini dapat terjadi sesaat setelah operasi atau bisa juga sudah Anda alami sebelumnya.

Semakin lemah otot jantung, maka jantung akan makin sulit memompa darah ke seluruh tubuh secara maksimal. Akibatnya, aliran darah ke seluruh tubuh jadi melambat dan mengakibatkan tekanan darah rendah.

Tekanan darah rendah setelah operasi juga dapat disebabkan oleh denyut jantung pasien yang terlalu lambat. Ada banyak hal yang bisa jadi penyebabnya, misalnya minum obat beta-blocker yang digunakan sebagai obat penyakit jantung atau hipertensi, pengaruh obat bius, atau obat pereda nyeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *